Mimika Raih Penghargaan Smart City Award 2017

JAKARTA I

Kabupaten Mimika, Papua dinobatkan sebagai salah satu kabupaten/kota yang meraih penghargaan Smart City Award 2017, pada malam penganugrahan Gerakan Menuju 100 Smart City 2017 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia yang dilaksanakan di Hotel Santika Premiere, Jakarta, Rabu (15/11/17) malam.

Continue reading “Mimika Raih Penghargaan Smart City Award 2017”

Quick Win Kota Sukabumi Menuju Smart City

Suasana pada Bimbingan Teknis Gerakan Menuju 100 Smart City di Kota Sukabumi, Rabu (26/07/2017).

Sukabumi – Pada Rabu (26/7) telah dilaksanakan lanjutan Bimbingan Teknis perdana dalam Rangka Menuju 100 Smart City di Kota Sukabumi. Tim Pembimbing dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Nicodemus Setu, membahas Analisa SWOT dari kondisi terkini Kota Sukabumi dan penentuan Program Quickwin Kota Sukabumi.

Dalam bimtek hari kedua ini, Nicodemus mulai membagi Tim Pelaksana Teknis Smart City Kota Sukabumi menjadi lima kelompok untuk membahas Framework for Smart City Readiness, yaitu: Nature, Structure, Infrastructure, Superstructure, dan Culture. Kelima kelompok tersebut akan menganalisa potensi-potensi yang dimiliki Kota Sukabumi agar lebih dimaksimalkan lewat program yang telah dan akan diselenggarakan.

Dimensi Nature membahas sumber daya yang telah ada termasuk di dalamnya, SDA, kehidupan, dan ekosistem. Sementara itu Dimensi Structure menitikberatkan pada kesiapan SDM, kemampuan birokrasi, dan anggaran. Selanjutnya Dimensi Infrastructure melingkupi kesiapan infrastruktur fisik, TIK, dan social. Permasalahan kesiapan kebijakan, kelembagaan, dan pelaksanaan menjadi bagian dari Dimensi Superstructure. Sedangkan dimensi terakhir, Cultur, mencakup kesiapan masyarakat, termasuk di dalamnya tradisi, inovasi, dan  interaksi

Dari hasil analisa setiap kelompok, maka didapati satu program yang rencananya akan dijadikan Program Quick Win Kota Sukabumi, yaitu Program Dana Bergulir untuk UMKM, di mana Pemkot Sukabumi akan menyubsidi pinjaman yang diberikan BPR kepada UMKM. Pihak pemerintah daerah telah memiliki daftar UMKM binaan yang kemudian akan diajukan kepada BPR untuk mendapatkan pinjaman berbunga rendah. Proses penentuan/seleksi akan dilakukan oleh pihak bank tanpa campur tangan pemerintah. Prosentase persetujuan dari pihak BPR terhadap daftar UMKM yang diajukan Pemkot Sukabumi menyentuh angka lebih dari 90 %.

Quick Win Kabupaten Badung Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat dalam Gerakan Menuju 100 Smart City.

Suasana pada Bimbingan Teknis Gerakan Menuju 100 Smart City di Kabupaten Badung, Selasa (25/07/2017).

Badung – Selasa (25/07/2017), setelah sukses menjadi salah satu dari 25 Kota/Kabupaten terpilih dalam Gerakan Menuju 100 Smart City tahun ini, Kabupaten Badung mendapatkan Bimbingan Teknis yang difasilitasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Kantor Bappeda, Puspem Badung. Bimbingan Teknis tahap 1 tersebut menghasilkan rumusan masterplan dan quick win yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dibimbing oleh Dana Indra Sensuse, Kabupaten Badung telah berhasil merumuskan Quick Win yang dikategorikan ke dalam 6 kelompok, yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Living, Smart Environment, dan Smart Society.

Dirumuskannya Smart Society didasari oleh tujuan Kabupaten Badung yaitu pembangunan yang diprioritaskan pada pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan lapangan pekerjaan untuk menyerap tenaga kerja masyarakat Badung.

Adapun rencana dalam Quick Win kelompok Smart Society Kabupaten Badung sendiri adalah E-Learning (Tutorial Online Siswa SD dengan Guru). E-Learning ini dianggap perlu karena siswa dapat belajar dengan melalui fitur – fitur kreatif sehingga siswa tidak cepat bosan dan  kegiatan belajar menjadi menyenangkan serta materi pelajaran mudah dipahami.

E-Learning ini dirumuskan dengan harapan adanya peningkatan terhadap mutu pendidikan, karena siswa yang bersangkutan dianggap dapat lebih mandiri dan rajin membuka e-learning sendiri sehingga ilmu dan wawasan yang didapatpun semakin banyak.

BimTek Smart City, Kabupaten Siak Mengunggulkan Pariwisata

Suasana pada Bimbingan Teknis Gerakan Menuju 100 Smart City di Kantor Kabupaten Siak, Kamis (20/07/2017).

Siak – Kamis (20/07/2017), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak menggelar Bimbingan Teknis tahap 1 dalam rangka penyusunan Masterplan dan Quick Win yang berlangsung di Kantor Bupati setempat. Sesuai dengan arahan Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, bahwa Visi Kabupaten Siak adalah menjadikan Kabupaten Siak sebagai Destinasi Wisata di Propinsi Pekanbaru yang akan direalisasikan melalui Quick Win Smart City.

Sebelum merumuskan Quick Win, Kabupaten Siak sudah mengelompokkan beberapa prioritas daerah untuk menjadi acuan pembentukan Masterplan dan Quick Win Gerakan Menuju 100 Smart City.

Salah satu prioritas daerah Kabupaten Siak yaitu pengembangan kawasan strategis, meliputi Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kawasan Pariwisata, dan Kawasan Pertanian. Upaya tersebut sekurang-kurangnya diharapkan dapat menjadikan pariwisata Siak sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional.

BimTek Smart City, Kabupaten Pelalawan Merencanakan Pembentukan Relawan TIK

Pelalawan – Rabu (19/07/2017), Kabupaten Pelalawan melaksanakan Bimbingan Teknis tahap 1 Gerakan Menuju 100 Smart City yang difasilitasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Kampus ST2P Teknopolitan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Didampingi oleh Andrari Grahitandaru, BimTek tahap 1 menghasilkan beberapa output, salah satunnya adalah merencanakan pembentukan relawan TIK.

BimTek tahap 1 Gerakan Menuju 100 Smart City dibuka langsung secara resmi oleh Bupati Pelalawan, H. M. Harris, dan turut dihadiri oleh seluruh Kepala OPD, Dewan Smart City, beserta Wakil Bupati setempat.

Andrari menjelaskan pentingnya suatu daerah memiliki Quick Win atau Program Prioritas yang dapat diangkat untuk Pelalawan menuju Smart City. Dari  Program Prioritas tersebut nantinya akan memudahkan masyarakat dalam pelayanan.

Output hasil BimTek tersebut melahirkan beberapa rancangan program, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat di luar pemerintah. Rancangan program tersebut meliputi pemberdayaan masyarakat melek IT melalui sistem informasi desa, menggerakkan dan memberdayakan kelompok-kelompok masyarakat, serta membentuk relawan TIK dalam upaya menyukseskan Pelalawan Smart City.

BimTek Menuju Samarinda Smart City

Suasana pada Bimbingan Teknis Gerakan Menuju 100 Smart City di Balai Kota Samarinda, Rabu (19/07/2017).

Samarinda – Rabu (19/07/2017), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia bersama dengan Diskominfo Samarinda menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tahap 1 untuk penyusunan master-plan dan quick win Gerakan Menuju 100 Smart City di ruang utama Balai Kota Samarinda.

Bimtek dinilai menjadi salah satu upaya memantapkan Samarinda menjadi Smart City. Pelaksanaan program Gerakan Menuju 100 Smart City, khususnya di Samarinda, dimulai dengan menyiapkan layanan publik digital secara bertahap.

Bimbingan Teknis tahap 1 tersebut dibimbing oleh Dedy Sushandoyo (ITB) dan Mellawati S.Kom, CISA selaku perwakilan dari Direktorat E-Government Kemkominfo RI serta dihadiri oleh Kepala Diskominfo Samarinda, Dr. Aji Syarif Hidayatullah.

Dr. Aji Syarif Hidayatullah berpendapat bahwa dalam membangun Samarinda Smart City tidak bisa hanya dinas Kominfo, perlu kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot serta stakeholder lainnya, seperti praktisi, akademisi, dan dunia usaha. Untuk menuju Smart City diperlukan adanya panduan agar pembangunan terencana dan tepat sasaran. Sebagai panduan, perlu disusun masterplan yang selanjutnya akan diturunkan pada rencana kerja dalam roadmap Smart City.

“Agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, konsep Smart City perlu dieksekusi dalam bentuk quick win. Jadi, masyarakat dapat segera menikmati hasil pengembangan Samarinda Smart City,” terang Dayat, sapaannya.

Seusai penyampaian materi, tim pembimbing dan tim teknis Smart City beserta Diskominfo Samarinda bertemu dengan Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail, di ruang rapatnya untuk memperkenalkan anggota tim sekaligus berdiskusi seputar progres kegiatan. Selain itu, audiensi bertujuan menyerap masukan dalam penyusunan masterplan dan quick win menuju Samarinda Smart City.

Dalam kesempatan yang sama, Nusyirwan menyampaikan apresiasi terhadap pembimbing dan Kemkominfo RI atas bantuan dalam menyusun masterplan dan roadmap Kota Samarinda. Ia pun berpesan agar penanganan banjir mendapat perhatian dalam perencanaan Smart City, seperti pemanfaatan remote sensing untuk pemantauan banjir yang terintegrasi dengan Command Center sehingga penanganan banjir dapat efektif.

Sebelum menutup audiensi, Nusyirwan menyatakan optimis terhadap Samarinda menuju Smart City dengan mengacu pada progres yang menjanjikan dari pelaksanaan Smart City yang telah tercapai sampai saat ini.

BimTek Tahap 1 Kota Tomohon Menekankan Komitmen Seluruh Perangkat Daerah dalam Mewujudkan Smart City.

Suasana pada Bimbingan Teknis Gerakan Menuju 100 Smart City di Kota Tomohon, Rabu (19/07/2017).

Tomohon – Rabu (19/07/2017), Kota Tomohon sebagai salah satu dari 25 Kota/Kabupaten Gerakan Menuju 100 Smart City mendapatkan Bimbingan Teknis yang difasilitasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Aula Kecamatan Tomohon Tengah. Bimbingan Teknis tahap 1 didampingi oleh Hari Singgihnoegroho, SE (Kominfo) dengan fokus utama mensinkronkan seluruh perangkat daerah Kota Tomohon dan memperkuatkan komitmen dalam mewujudkan Tomohon Smart City serta menghasilkan draft Masterplan dalam bentuk Quick Win.

Kegiatan BimTek dibuka oleh Walikota Tomohon, Jimmy F. Eman, dan dihadiri oleh Dewan Smart City, Forkopimda dan Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Kota Tomohon, Tim Pengelola Smart City, dan awak media.

Hasil dari rumusan Quick Win Kota Tomohon antara lain pembayaran pajak hotel berbasis online, arsip digital berkas pegawai, dan pelayanan publik.

Pada kesempatan yang sama juga telah disampaikan beberapa hal yang penting untuk menjadi kebutuhan jangka panjang yang saat ini belum menjadi fokus utama untuk bisa rnenjadi solusicerdas. Antara lain kebutuhan solusi menjaga keseimbangan demand & supply dalam tataniaga produk lokal Tomohon agar memiliki nilai tinggi dengan harga yang stabil sehingga memerlukan rencana pengembangan produk lokal yang selaras dengan kebutuhan pasar lokal maupun luar daerah termasuk mancanegara yang perlu diperkirakan.

BimTek Menjadi Ajang Diskusi Arah Masa Depan Bekasi Smart City

Bekasi – Selasa (18/07/2017), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI menggelar Bimbingan Teknis tahap 1 sebagai tindak lanjut Gerakan Menuju 100 Smart City di Universitas Islam 45, Kota Bekasi. Agenda BimTek tersebut berfokus pada diskusi analisis masa depan Bekasi Smart City sebagai acuan perumusan Masterplan dan Quick Win.

Analisis masa depan dilakukan dengan menggunakan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) terhadap beberapa dimensi prioritas.

Diskusi tersebut menghasilkan usulan Visi Bekasi Smart City, antara lain adalah Kota Pendidikan (dengan masyarakat yang berteknologi dan sejahtera), Kota Industri Kreatif, Kota Pendidikan (berbasis kreativitas dalam mewujudkan masyarakat maju sejahtera, dan Kota Berperadaban Tinggi.

Pada kegiatan BimTek ini, Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi menyampaikan bahwa dalam membangun Kota Cerdas tidak hanya membangun sistem dan jaringan, tetapi juga mindset dan cara berfikir SDM dengan menggunakan IT Face to Face Kota dan membangun kemitraan antar Perangkat Daerah.

BimTek Kota Cirebon Menentukan Quick Win Jangka Panjang dan Menengah

Cirebon – Selasa (18/07/2017), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI menggelar Bimbingan Teknis tahap 1 Gerakan Menuju 100 Smart City di Kota Cirebon. BimTek tersebut membahas penentuan program Quick Win untuk jangka panjang dan jangka menengah.

Program Quick Win yang dikategorikan ke dalam program jangka menengah dinilai sudah memiliki kesiapan yang cukup matang dibandingkan dengan program jangka panjang. Beberapa rancangan program yang dikategorikan dalam program jangka menengah antara lain Cirebon Lengko (Layanan Elektronik Kesehatan Online) dan Program Wadul Bae (Warga Peduli Bocah Ian Emboke).

Cirebon Lengko dirancang dengan pertimbangan bahwa pelayanan kesehatan langsung menyentuh ke masyarakat, terutama ketersediaan kamar karena terkadang masyarakat kesulitan bahkan tidak tahu ketersediaan kamar di RSUD. Program ini juga didukung oleh SDM yang siap dan informasi melalui web yang sudah ada.

Sedangkan Program Wadul Bae difokuskan pada pengembangan sistem penanganan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terintegrasi, serta mengembangkan sistem bagi Kader Pelopor dan Pelapor.

Bupati Banyuwangi: Mewujudkan Smart City Tidaklah Harus Mahal!

Doc: Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) bersama dengan tim Smart City Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Jakarta Convention Center – Rabu (12/07/2017) Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menjadi salah satu panelis dalam acara IISMEX Expo & Forum Indonesia International Smart City 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Beliau diundang mewakili seluruh warga Kabupaten Banyuwangi yang sudah terkenal menerapkan konsep Smart City, terutama pada sektor pariwisatanya hingga ke kancah Internasional.

Dengan adanya konsep Smart City yang ditawarkan oleh pemerintah, Azwar Anas memberikan tips untuk seluruh daerah lain di Indonesia yang ingin menerapkan Smart City di Kota/Kabupatennya.

“Mewujudkan Smart City tidaklah mahal. Tidak harus ada pengadaan komputer, tidak harus pengadaan guru, tidak harus melulu undang dari Jakarta. Gunakan guru-guru SMA/K dan jurusan-jurusan TI untuk optimalisasi menggunakan apa yang ada di sekitar kita.” ujar Bupati Banyuwangi yang akrab disapa Pak Anas ini.

Optimalisasi sumber daya yang ada diharapkan dapat menciptakan integritas harmonisasi dimulai dari daerah itu sendiri. Sehingga daerah-daerah lain tidak perlu khawatir dengan dana APBD yang tidak mencukupi karena mewujudkan Smart City dimulai dari pemerintah, warga, dan lingkungan yang Smart.